Dalam rangka merespons klaster tengkes (stunting) baru pada keluarga pekerja migran Indonesia (PMI) di Banyuwangi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) turun gunung.
Bekerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan, Transmigrasi, dan Perindustrian (Disnaker) Banyuwangi, tim FISIP UB menggelar pengabdian masyarakat (pengmas) melalui Sosialisasi Pola Asuh Gizi Seimbang di Kecamatan Muncar, Senin (20/5).
Kegiatan tersebut bertujuan untuk menekan prevalensi tengkes, terutama pada klaster baru left-behind children (anak yang ditinggal) di Banyuwangi.
Sasaran kegiatan tersebut yakni keluarga PMI yang memiliki anak yang ditinggal kerja oleh salah satu atau kedua orang tuanya.
Ketua Pengmas yang juga Dosen Hubungan Internasional FISIP UB Adhi Cahya Fahadayna SHubInt MS mengatakan, kegiatan tersebut diikuti oleh pengasuh atau orang tua dari left-behind children.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi tentang pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta konsumsi pangan bergizi, beragam, seimbang, dan aman (B2SA) oleh Elita Indah Mawarni SPd MPd dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi.
Kegiatan juga diisi workshop pengolahan makanan bergizi dari bahan pangan lokal oleh Mulya Agustina SGz MSi.
Melalui kegiatan tersebut, peserta dapat berkonsultasi dengan narasumber terkait masalah pengasuhan anak.
Khususnya, dalam konteks pencegahan tengkes.
”Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran keluarga atau pengasuh anak PMI terkait pola asuh yang baik dan benar guna mencegah krisis tengkes di Bumi Blambangan,” ujar Adhi.
Menurut Adhi, left-behind children di Banyuwangi mengalami fenomena kekosongan peran ideal orang tua yang berdampak pada kehidupan sosial dan tumbuh kembang anak.
”Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran keluarga atau pengasuh anak PMI terkait pola asuh yang baik dan benar guna mencegah krisis tengkes di Bumi Blambangan,” ujar Adhi.
Menurut Adhi, left-behind children di Banyuwangi mengalami fenomena kekosongan peran ideal orang tua yang berdampak pada kehidupan sosial dan tumbuh kembang anak.
