Dosen Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya, Aswin Ariyanto Azis, S.I.P., M.Devst., diundang sebagai narasumber dalam Pertemuan dengan Akademisi dalam Rangka Penyusunan Grand Design Strategi Kerja Sama Pembangunan Internasional (GDSKSPI). Undangan tersebut disampaikan oleh Direktorat Kerja Sama Pembangunan Internasional, Direktorat Jenderal Hubungan Ekonomi dan Kerja Sama Pembangunan, Kementerian Luar Negeri RI, yang menyusun dokumen ini bekerja sama dengan Universitas Bina Nusantara (BINUS). Pertemuan berlangsung pada Rabu, 30 September 2026, di Kijang Function Chamber, Kijang Campus, BINUS University, Jakarta Barat.
Aswin diundang tidak hanya dalam kapasitasnya sebagai akademisi, tetapi juga sebagai konsultan GIZ SSTC ENTRI. Dengan latar belakang tersebut, ia diharapkan dapat memberikan masukan yang memadukan perspektif keilmuan dengan pengalaman praktis di bidang kerja sama pembangunan internasional.

GDSKSPI disiapkan sebagai dokumen utama rujukan kebijakan nasional di bidang kerja sama pembangunan internasional. Saat ini, tim penyusun telah menyelesaikan draf pertama (first draft) dokumen tersebut. Draf itu dinilai masih memerlukan penajaman substansi, antara lain melalui diskusi dan masukan dari akademisi serta pakar di bidang kerja sama pembangunan internasional. Pembahasan naskah ini sendiri telah berlangsung sejak Juli 2026 dan melibatkan satuan kerja di lingkungan Kemlu serta kementerian dan lembaga terkait, yakni Kementerian Keuangan, Kementerian Sekretariat Negara, dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan oleh Direktur Kerja Sama Pembangunan Internasional Kementerian Luar Negeri. Tim BINUS selaku penyusun kemudian memaparkan draf GDSKSPI, dan setelahnya para narasumber, yang berjumlah empat orang, memberikan tanggapan dan masukan atas draf tersebut. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama anggota Kelompok Kerja Penyusun Naskah Konsep GDSKSPI Tahun Anggaran 2026, lalu ditutup.

Melalui pertemuan ini, Kementerian Luar Negeri berharap draf GDSKSPI dapat berkembang dengan memasukkan perspektif akademik. Keterlibatan dosen Hubungan Internasional Universitas Brawijaya dalam forum ini menunjukkan peran perguruan tinggi dalam mendukung perumusan kebijakan luar negeri Indonesia, khususnya di bidang kerja sama pembangunan internasional. Melalui kegiatan seperti ini, kontribusi keilmuan dosen diharapkan dapat terus berjalan beriringan dengan kebutuhan kebijakan nasional.
Penulis: Tim Redaksi Program Studi Hubungan Internasional
Editor: Admin Program Studi Hubungan Internasional
Dipublikasikan: 30 September 2026
