Academic Highlight (Website) (4)

Kuliah Tamu – Mata Kuliah Kebijakan Luar Negeri

Published on

“Generative AI, Algorithmic Insurgency, and the Role of Media in Foreign Policy: Digital Satire in the 2026 Iran–Israel–US War”

Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya telah menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu dalam rangka perkuliahan Mata Kuliah Kebijakan Luar Negeri dengan topik “Generative AI, Algorithmic Insurgency, and the Role of Media in Foreign Policy: Digital Satire in the 2026 Iran–Israel–US War” dengan pemateri Dr. Abdolreza Alami, Senior Lecturer Faculty Communication and Media Studies UiTM, Malaysia. Dihadiri oleh mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional, kegiatan ini dipandu oleh Dosen Pengampu Hukum Internasional, Abdullah Assegaf, S.Sos., M.Hub.Int. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 01 Oktober 2026 secara daring melalui platform Google Meet.

Dalam paparannya, Dr. Alami memperkenalkan konsep algorithmic insurgency, yaitu cara aktor yang lebih lemah atau tidak resmi memperoleh visibilitas komunikasi yang tidak proporsional dengan memanfaatkan logika platform digital. Konsep ini didorong oleh tiga faktor, yakni AI generatif, gaya khas internet seperti humor dan meme, serta ambiguitas atribusi sumber. Ia menegaskan bahwa ini adalah bentuk persaingan naratif yang asimetris, bukan klaim bahwa konten semacam itu otomatis memenangkan pertarungan politik.

Dr. Alami juga menjelaskan bahwa komunikasi kebijakan luar negeri kini berjejaring dan dibentuk oleh platform, dengan media berperan sebagai aktor, arena, instrumen, sekaligus infrastruktur. Melalui studi kasus video Explosive Media: “L O S E R” dalam konteks perang Iran–Israel–AS 2026, ia membahas bagaimana satire dipersenjatai untuk menyederhanakan isu, memicu emosi, dan mudah dibagikan, meski berisiko tergelincir menjadi dehumanisasi.

Secara keseluruhan, kuliah tamu ini menegaskan bahwa media dan teknologi digital kini menjadi bagian penting dari dinamika kebijakan luar negeri, sehingga tidak ada pemerintah yang sepenuhnya mengendalikan lingkungan komunikasinya. Dr. Alami mengajak peserta mengembangkan literasi media dengan menelaah bingkai, emosi, dan fungsi sebuah konten, serta menjaga disiplin riset agar klaim hanya didasarkan pada apa yang dapat didukung desain penelitian. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan yang lebih luas dan mampu menganalisis dinamika komunikasi politik global secara kritis.


Penulis: Tim Redaksi Program Studi Hubungan Internasional
Editor: Admin Program Studi Hubungan Internasional
Dipublikasikan: 01 Oktober 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Published on Wed, 30 September 2026