Malang, 23 Juli 2026 – Program Studi Hubungan Internasional Universitas Brawijaya menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bersama Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dengan mengangkat tema “Penggunaan AUKUS dan QUAD sebagai Instrumen Kebijakan Strategis Amerika Serikat dan Dampaknya bagi Indonesia.” Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Program Studi Hubungan Internasional dalam menghadirkan ruang diskusi akademik yang responsif terhadap perkembangan isu-isu strategis di tingkat regional maupun global.
FGD ini menghadirkan Kolonel Adm. Waskita Adhi, perwakilan Pusat Analisis Intelijen Pertahanan, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, yang memaparkan perkembangan dinamika keamanan di kawasan Indo-Pasifik. Diskusi berfokus pada penggunaan AUKUS dan QUAD sebagai instrumen kebijakan strategis Amerika Serikat serta dampaknya terhadap kepentingan strategis Indonesia, sekaligus menjadi ruang pertukaran perspektif antara pemerintah dan sivitas akademika mengenai tantangan keamanan regional.
Selama diskusi, peserta memperoleh berbagai perspektif mengenai perubahan lanskap geopolitik di Indo-Pasifik, tantangan yang dihadapi Indonesia dalam menjaga kepentingan nasional, serta pentingnya peran diplomasi dan kebijakan pertahanan dalam merespons dinamika keamanan regional. Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa dan dosen untuk memperkaya pemahaman terhadap isu-isu kontemporer melalui dialog langsung dengan praktisi dari instansi pemerintah.



Melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion ini, Program Studi Hubungan Internasional Universitas Brawijaya berharap dapat terus memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah dalam menghasilkan kajian yang relevan terhadap isu-isu strategis. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung pengembangan keilmuan Hubungan Internasional sekaligus memberikan kontribusi bagi perumusan kebijakan yang adaptif terhadap dinamika global
Penulis: Tim Redaksi Program Studi Hubungan Internasional
Editor: Admin Program Studi Hubungan Internasional
