Academic Highlight 2 (Website)

Dosen Hubungan Internasional FISIP UB Perkuat Kapasitas Satpol PP Bali melalui Workshop Pendekatan Berbasis Budaya

Published on

Denpasar, Bali – Program Studi Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) kembali menunjukkan kontribusi keilmuannya dalam menjawab kebutuhan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tiga dosen HI FISIP UB menjadi narasumber dalam Workshop Pendekatan Berbasis Budaya (Cultural-Based Approach) dalam Pelayanan dan Penegakan Hukum bagi Wisatawan di Bali yang diselenggarakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali pada 2–3 Juli 2026 di Aula Praja Utama, Kantor Satpol PP Provinsi Bali.

Kegiatan ini merupakan implementasi kerja sama antara FISIP Universitas Brawijaya dan Satpol PP Provinsi Bali dalam mendukung penguatan kapasitas aparatur melalui pendekatan keilmuan Hubungan Internasional. Mengusung tema “Pendekatan Budaya dalam Mewujudkan Satpol PP yang Humanis, Profesional, dan Berbudaya sebagai Duta Pariwisata”, workshop bertujuan meningkatkan kemampuan personel Satpol PP dalam menerapkan komunikasi lintas budaya yang efektif dan humanis untuk mendukung pelayanan serta penegakan ketertiban di kawasan wisata.

Workshop menghadirkan tiga dosen Program Studi Hubungan Internasional FISIP UB sesuai bidang kepakarannya. Neola Hestu Prayogo, S.IP., M.A., Ph.D., yang memiliki kepakaran pada kajian Asia Timur dan Asia Selatan, menyampaikan materi mengenai pendekatan berbasis budaya terhadap wisatawan Asia Timur dan Asia Selatan, dengan fokus pada karakter budaya wisatawan China dan India serta strategi komunikasi yang efektif dalam pelayanan publik. Arief Setiawan, S.IP., MPS., membawakan materi “Mengenal Rusia Lebih Dekat: Manusia dan Kondisi Sosio-Kultural”, yang mengulas karakteristik sosial budaya masyarakat Rusia sebagai bekal bagi petugas dalam berinteraksi dengan wisatawan asal Rusia.

Sementara itu, Dr. Anggun Trisnanto Hari Susilo, S.IP., M.IDEA. menutup rangkaian materi dengan paparan “Pendekatan Lintas Budaya dalam Hubungan Internasional.” Ia menekankan bahwa kompetensi komunikasi lintas budaya merupakan salah satu penerapan nyata kajian Hubungan Internasional dalam mendukung pelayanan publik, khususnya di daerah tujuan wisata internasional seperti Bali. Menurutnya, pemahaman terhadap perbedaan budaya mampu meminimalkan kesalahpahaman sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi wisata yang ramah dan profesional.

Kepala Satpol PP Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Darmadi, mengapresiasi kontribusi dosen Program Studi Hubungan Internasional FISIP UB dalam memberikan perspektif akademik yang aplikatif bagi personel Satpol PP. Menurutnya, pemahaman terhadap nilai budaya, pola komunikasi, dan karakter wisatawan dari berbagai negara akan membantu petugas menerapkan pendekatan yang lebih edukatif, persuasif, dan menghormati keberagaman budaya tanpa mengurangi ketegasan dalam penegakan peraturan. Melalui kegiatan ini, Program Studi Hubungan Internasional FISIP UB kembali menegaskan bahwa kajian Hubungan Internasional tidak hanya berkontribusi pada isu-isu diplomasi antarnegara, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung tata kelola pariwisata, pelayanan publik, serta penguatan kapasitas aparatur pemerintah melalui pendekatan komunikasi lintas budaya. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui penerapan keilmuan Hubungan Internasional untuk menjawab tantangan di tingkat lokal dengan perspektif global.

Penulis: Tim Redaksi Program Studi Hubungan Internasional
Editor: Admin Program Studi Hubungan Internasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Published on Thu, 1 October 2026
Published on Wed, 30 September 2026