Sebagai upaya mengatasi permasalahan pekerja migran nonprosedural di Banyuwangi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat (pengmas) di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Selasa (21/5). Pengmas diawali dengan pemaparan materi tentang bahaya jalur migrasi nonprosedural, cara mengidentifikasi agen tidak terdaftar, dan prosedur resmi migrasi.
Ada pula pemaparan materi mengenai konteks dan tren migrasi secara lokal dan internasional oleh lembaga riset Veritas Institute of Politics.
Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Perindustrian (Disnakertrasperin) Banyuwangi itu diketuai oleh Dosen Hubungan Internasional FISIP UB Yusli Effendi SIP MA.
Menurut dia, pengmas bertujuan untuk meningkatkan pemahaman calon pekerja migran Indonesia (PMI) perempuan di Banyuwangi terkait bahaya penggunaan jalur migrasi nonprosedural atau ilegal.
